Showing posts with label Movie Review. Show all posts

Cara Bilang Aku Mencintaimu Pakai Kata Babi Versi Pursuit of Jade

Ternyata Menyatakan Cinta Bisa Pakai Kata Babi


Kata 𝘣𝘢𝘣𝘪 yang biasanya digunakan untuk menemani kalimat makian, cacian, ejekan, cemoohan dan kawan-kawannya, ternyata juga bisa digunakan untuk menyatakan dedikasi cinta dengan manis. 
Pertiwi Soraya: Cara Bilang Aku Mencintaimu pakai kata babi versi Drama Pursuit of Jade



Wǒ shā zhū, yǎng nǐ 

Sejak pertengahan kuartal 1 tahun 2026, para penggemar drama Cina (dracin) atau kini drama Tiongkok (seharusnya jadi drationg), agaknya tak asing dengan kalimat "Wǒ shā zhū, yǎng nǐ", kalimat dialog yang diucapkan Fan Changyu kepada Yan Zheng/Xie Zheng dalam beberapa adegan drama Pursuit of Jade (Zhu Yu). 

Wǒ shā zhū yǎng nǐ
Aku bunuh/potong babi untuk memeliharamu

Secara literal begitulah terjemahannya. Agak menjijikkan bahkan cenderung seram, ya. Seperti ada unsur psikopatinya. Namun secara kontekstual, para pendengarnya malah merasa si pengucap kata-kata ini benar-benar tulus dan polos, sehingga menjadi sebuah kalimat yang manis. Mari kita lihat konteksnya. 

Fan Changyu, seorang gadis anak dari tukang potong babi, baru saja kehilangan kedua orangtuanya. Mau tak mau, Ia harus menjadi tukang potong babi juga, demi menghidupi dirinya, adik perempuan-usia-lima-tahunnya yang menderita asma (Fan Changning), dan juga seorang lelaki hampir mati yang ia temukan di jalan (Yang Zheng).

Di saat bersamaan, tunangan masa kecilnya tiba-tiba memutuskan pertunangannya, ditambah dengan kerabat yang mengincar warisannya. Belum lagi ada serangkai peristiwa serangan sekelompok pembunuh bayaran ke rumahnya. Singkat cerita cobaan hidupnya datang tak hanya bertubi-tubi, tapi juga dalam paketan. 

Setelah segala pertimbangan, demi melindungi adiknya, Fan Changyu memutuskan untuk mengambil langkah sangat berani, yaitu menikah dengan sistem 𝘻𝘩𝘢𝘰𝘻𝘶𝘪 atau matrilokal.

𝘡𝘩𝘢𝘰𝘻𝘩𝘶𝘪 (招贅) adalah praktik tradisional dalam budaya Tionghoa di mana keluarga kaya yang tidak memiliki ahli waris laki-laki merekrut atau mengadopsi seorang menantu laki-laki untuk tinggal bersama keluarga istri. Dalam sistem ini, menantu tersebut akan melanjutkan garis keturunan keluarga istrinya, bukan keluarga aslinya. Marga si laki-laki juga berubah menjadi marga yang sama dengan si perempuan. Jadi nama anaknya kelak akan ikut marga Ibunya, bukan ayahnya.

Dalam sistem ini yang menjadi kepala keluarga adalah perempuan, dan yang wajib mencari nafkah juga si perempuan. Nah, bedanya, Fan Changyu bukan orang kaya. Melarat malah. 

Jadi pada kalimat dialog:
"Wǒ shā zhū yǎng nǐ"

terjemahan literalnya: 
"Aku bunuh babi untuk memeliharamu"

terjemahan kontekstualnya:
"Ku rela banting tulang sebagai tukang potong babi demi menghidupimu"

Sebuah deklarasi tulus Fan Changyu kepada anggota keluarganya, Yan Zheng. 


Orang Sumut juga pakai kata babi untuk bilang sayang? 


Selain di drama Pursuit of Jade, aku juga beberapa kali dengar kata 𝘣𝘢𝘣𝘪 dipakai untuk ungkapan cintanya si Kyo kepada kucing-kucingnya.

"Anak babiku belum kukasi makan",

"Halo, anak babi-babiku!", katanya. 

Dan aku baru sadar belum pernah tanya, yang dia maksud itu babi (𝘱𝘪𝘨) atau babi (𝘣𝘢𝘣𝘺). 😆

Kalau anak Medan, banyak juga yang kudengar sering pakai kata anjing, monyet, babi, hantu, 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘦, dan kata-kata vulgar lainnya ketika menyapa 𝘣𝘦𝘴𝘵𝘪𝘦-nya sebagai bentuk keakraban dan rasa sayang (katanya). Penasaran, ketika disapa dengan kata-kata itu, apakah menurut yang menyapa yang disapa memiliki karakteristik keimutan seperti kata sapaannya?

Nah, kalau kamu? Pernah pernah dengar kata babi digunakan untuk mengungkapkan cinta juga, 𝘨𝘢𝘬? 

7 Rekomendasi Film Seru dengan Plot Anti-mainstream

Kamu tim nonton film atau nonton serial drama? Hollywood atau Asia? Kalau aku sih tergantung mood dan kualitas tontonannya. 5 tahun terakhir entah kenapa jadi jarang nonton film dan serial barat. Padahal sejak SD hampir semua film yang kutonton pasti yang bahasa bawaannya adalah bahasa Inggris. Kalau pun ada yang bukan bahasa Inggris, hanya film Anime, live action, dan film Cina yang rata-rata pemain utamanya adalah Jackie Chan.

Riwayat dan selera tontonanku sejak dulu memang bisa dibilang tak jauh berubah. Tetap pilih-pilih genre, pemain, dan plot. Genre tontonanku wajib perpaduan aksi, komedi romantis, historical, fantasi, detektif, misteri, thriller, dan wajib minus horor.

Bedanya kini semakin pemilih dari segi kualitas cerita dan juga produksi siapa. Meski hobi nonton, wajib sadar buy cut ya kan. Barbie, Disney, Marvel, adalah logo yang ide cerita dan eksekusi tontonannya tak pernah gagal memikatku. But, I finally have to kiss a good bye. Dadah Gen-0-C-Da.

Aku yang dulu pecinta berat film dan serial jenis superhero-nya Hollywood, (sampai merasa tak mungkin bisa hidup tanpa genre ini), eh ternyata bisa juga lama-lama makin luntur rasa cintanya. Bukan karena buy cut nih ya, tapi memang karena kami makin lama makin berbeda pandangan hidup. Seeeh.

Entah sejak tahun berapa, ada sisipan-sisipan halus cuci otak LGBT dalam ceritanya. Makin lama kok makin hampir di tiap serial drama TV-nya ada, dan makin bertambah season-nya, makin menjadi saja. Padahal di season 1 dan 2 aku sangat suka dengan alur ceritanya. Sebut saja Marvel's Agent of Shield, Person of Interest, Lie to Me, CSI, dan Stitchers. Sejak itu aku jadi malas mau nonton western lagi. Barulah kemudian mulai muncul perihal LGBT. Dan aku pun beralih kembali ke jalur Asia. 😌

Tapi kini pun di jalur Asia, ramai juga sisipan LGBTQ+ nya. Gak sisipan cuci otak lagi pun, memang itulah genre dan ide utama ceritanya. Di drama Jepang yang paling banyak. Ah sedih rasanya. Should I say good bye to J-drama as well? 🥲.

Belum lagi minatku pada genre yang hanya komedi romantis saja sekarang agak berkurang (walaupun rating-nya tinggi), kecuali ada tambahan misteri dan thriller-nya. Kini mau nonton film dan drama yang sesuai standarku makin susah saja ditemukan.

7 Rekomendasi Film Seru dengan Plot Anti-mainstream

Infografis movie recommendation berjudul 7 film dengan plot anti-mainstream

Nah, berikut adalah 7 rekomendasi film favoritku yang tentu saja lolos filter dengan plot anti-mainstream. Ini adalah sederatan film yang setelah kuunduh dan kutonton lalu sayang untuk dihapus, dan sudah entah berapa kali ulang ditonton, dan masih saja pingin nonton lagi. No need to worry. It's spoiler free. 😁

1. Vantage Point (2008)

Pertama kali ketemu film ini di TV. Merasa wah dengan plotnya. Bergenre aksi, drama dan thriller, film ini menceritakan tentang upaya pembunuhan presiden Amerika yang diceritakan dari berbagai perspektif. Sebuah kejadian 9 menit  yang disajikan dari beberapa sudut pandang. Keren lah.

2. Law Abiding Citizen (2009)

Film ini menceritakan tentang seni balas dendam seorang warga negara kepada seluruh sistem di negaranya karena ia tak merasa mendapatkan keadilan atas hukuman yang dijatuhkan pada pembunuh anak dan istrinya. Meskipun kita tahu kalau menghakimi sendiri bukan hal yang benar, tapi film ini bakal membuat penontonnya merasa 'You do the right thing, Bro'🙃. Saking palaknya sama para pejabat ini. Film bergenre aksi, kejahaatan, drama dan thriller ini plotnya apik banget lah.

3. World War Z (2013)

Diperankan oleh Brad Pitt, film bergenre thriller, zombi, dan fiksi ilmiah ini bagiku cukup menegangkan, tapi di otakku ini bukan film horor. Menceritakan tentang mantan pegawai PBB yang berlomba dengan waktu dalam mencari obat penawar dari pandemi zombi yan mengancam keberlangsungan hidup manusia.

Dulu pas nonton ini aku lagi suka baca novel dan buku-buku tentang 'konspirasi'. Jadi kesan yang teringat setelah nonton ini, otakku seperti mengubungkan kalau isi film ini ada sisipan cuci otak tentang 'perlunya vaksin tertentu' di tengah berlangsungnya genosida jenis bionuklir. Sejenis program pengurangan manusia kaum tertentu. Kalau gak mau musnah maka kamu harus ikut vaksin. Wkkk...

4. The Warriors Gate (2016)

"Worrying is not gonna change anything. Just live in the moment". Sebuah kutipan favoritku dari film bergenre aksi, petualangan, komedi, dan fantasi ini. Bercerita tentang petualangan seorang remaja SMA,  Jack Bronson (diperankan Uriah Shelton), yang secara ajaib masuk ke portal Cina zaman kuno gara-gara hadiah yang dikasi kawannya. Dunia yang ia masuki mirip dengan cerita dalam game yang baru dimainkannya. Di sana dia jadi punya kemampuan kungfu hasil dari keahlian main game-ya. Jack bekerja sama dengan kepala pengawal kerajaan (yang diperankan oleh Mark Zhao, salah satu aktor Cina favoritku😁) untuk menyelamatkan Putri Mahkota (diperankan oleh Ni Ni) dari faksi kejahatan. Mereka pun diburu sampai kembali ke dunia moderen. Selain cerita, hal yang kusuka adalah paduan humor cerdas dalam gaya bahasanya. It's really my cup of tea.

5. Vanguard (2020)

Film ini termasuk film yang lama kutunggu-tunggu karena selain ceritanya dan filmnya Jackie Chan, waktu itu aku lagi suka-sukanya dengan para pemeran utamanya. Ada Yang Yang dan Yang Xu Rouhan. Film bergenre aksi, petualangan, kejahatan, dan thriller ini ya memang tipikal filmnya Jackie Chan lah, dan memang selalu nyambung dialog humornya ke aku😌.

6. Yaksha: Ruthless Operation (2022)

Film ini kutonton karena waktu itu lagi suka sama salah satu pemainnya pendukungnya, Park Jin Young. Tapi malah akhirnya kubetah nonton karena plotnya. Film bergenre aksi, thriller, kejahatan, ini ada sedikit rasa mata-mata di film Mission Impossible gitu lah. Film pertarungan tim mata-mata negeri ginseng. Begitu kurang lebih inti ceritanya.

7. As Long as We Both Shall Live (2023)

Menemukan film ini di tengah susahnya menemukan tontonan bagus di dunia perjepangan rasanya bahagia sekali. Awalnya tak berharap banyak ketika mengunduh film ini, eh tapi 2 menit pertama nonton, aku langsung punya rasa "kayaknya ini filmnya bakal keren" Dan ternyata bangeeet.

Film ini merupakan live action dari novel yang diadaptasi jadi manga berjudul Watashi no Shiawase na Kekkon (My Happy Marriage), kemudian dijadikan anime berjudul serupa. Biasanya live action dibuat karena manga/novel dan animenya bagus, tapi ketika dijadikan live action hasilnya hmm... Begitulah. Nah yang ini pengecualian. Jadi setelah nonton ini aku  nonton versi animenya. Keduanya sama-sama bagus, tapi aku jauh lebih suka live action-nya. Selain plotnya, efek CGI di filmnya ini keren syekalle menurutku.

Ceritanya berlatar Jepang versi fantasi abad ke-19,  di mana Miyo Saimuro, gadis keluarga bangsawan yang hidupnya kurang beruntung karena sejak lahir tak memiliki kekuatan supranatural seperti ibunya,  kekuatan langka yang digunakan untuk melindungi umat manusia dari kekuatan jahat. Setelah ibunya meninggal di usianya 3 tahun, ayahnya menikah lagi dan memiliki seorang anak perempuan. Miyo pun diperlakukan layaknya pembantu di rumahnya sendiri oleh ibu tiri, adik bahkan ayahnya. Ia lalu di kirim ke rumah tunangannya, Kiyoka, seorang komandan batalion yang didikenal menakutkan, kejam, dan berdarah dingin. Tapi ternyata, Kiyoka itu... (kayaknya INFJ 😄)


Btw, kalau aku lebih suka nonton yang udah diunduh kian dibanding nonton streaming sih. Soalnya gak mau diganggu sama iklan😁. Tapi ya gitu, wajib punya memori agak luas. Tapi kalau kamu tim nonton streaming, kamu pasti suka dengan info promo bonus voucher Streaming di Brimo selama BRImo FSTVL, program apresiasi dari BRI untuk para nasabah pengguna aplikasi mobile banking BRImo, yang berlangsung sejak 1 Oktober 2024 sampai 31 Maret 2025.
Brimo fstvl


Untuk Promo top up voucher game dan streaming, Cashback Sampai 50℅ dengan maksimal 10 ribu Rupiah ini berlaku 8 Maret 2024 - 21 April 2024 ya. Hanya berlaku untuk 250 transaksi pertama kuota mingguan selama periode program. Cashbacknya akan dikirim langsung ke nomor rekening BRImo yang digunakan bertransaksi. Kalau belum punya ya monggo download dulu aplikasi BRImo-nya. Untuk voucher streaming-nya bisa digunakan di YouTube Premium, Viu, Spotify, Video, WeTV, dan Mola.

Selama periode BRImo FSTIVL, tiap transaksi bakal di BRImo diapresiasi dengan 1 poin. Kalau poinnya banyak ya banyak juga peluang dapat hadiah di BRImo FSTVL yang bertabur 100.000 hadiah langsung. Ada undiannya juga: BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan Vespa Primavera. Lalu tiap pekan ada hadiah juga di Friday Deals. Jadi biar poinnya makin ramai, sering-seringlah nabung dan transaksi di BRImo. Kan lumayan, niatnya beli voucher streaming biar dapat cashback, eh malah dapat BMW.

Nah itu tadi 7 rekomendasi film dengan plot seru versiku. Kamu udah pernah nonton yang mana?


#BRImo
#BRImoMudahSerbaBisa
#BRImoFSTVL
#BerlimpahHadiah

Untuk Angeline: Karena Anak Juga Manusia

Ketika film ini dimulai, tertera di layar bahwa film ini adalah untuk 17 tahun ke atas. Saya berfikir. Mungkin karena akan ada adegan kekerasan yang ditampilkan atau konten-konten kesadisan dalam film ini
Nonton bareng angeline 
Ternyata dugaan saya salah. Dikemas secara apik, bisa dikatakan film ini minim adegan kekerasan yang ditunjukkan secara blak-blakan, namun sarat dengan makna tindak kekerasan itu sendiri.

Tapi memang film ini bukanlah diperuntukkan bagi anak-anak. Film ini lebih ditujukan kepada para orang tua dan para calon orang tua.
nonton bareng angeline
Sesaat sebelum masuk. Kakak-kakak KOPIers Medan beraksi. Para orang tua & calon orang tua ^_^.

Diangkat dari kisah nyata yang tragis, film Untuk Angeline dikemas bukan dari segi forensik namun secara drama bergenre biografi. Diproduseri oleh Duke Rachmat dan Niken Septikasari, “Untuk Angeline” dikemas secara halus dengan penyesuaian-penyesuaian agar tetap layak untuk ditonton. Paduan akting para artis senior seperti Kinariyosih, Roweina Umboh,  Paramita Rusadi yg cukup natural, dan juga kepiawaian Naomi Ivo yang memerankan sosok Angeline cukup menguras air mata.

Mengenai alur dan kisah hidup sosok Angeline pasti telah diketahui kebanyakan penduduk negeri ini. Namun tak berarti layak dilewatkan dan dilupakan.

Terlepas dari masalah adopsi baik legal maupun liar yang marak terjadi di Indonesia, khususnya di Bali, saya lebih melihat film ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Mengenai pola asuh dalam keluarga. Mengapa sampai kekerasan pada Angelie itu terjadi hingga menewaskannya.

Setelah menonton film Untuk Angeline ini, saya berfikir, bahwa penyebab tumbuhnya tindak kekerasan pada sosok Angeline adalah karena cinta. What? Cinta?

Ya, Cinta. Cinta yang tak seimbang dari orang tuanya yang sangat mencintainya. Cinta ayah angkatnya, John, menimbulkan kecemburuan pada Tery (ibu angkat Angeline) dan Kevin (kakak angkat laki-laki Angeline).

Tidak bermaksud untuk memojokkan suatu pihak tertentu. Karena tak bisa dipungkiri memang, bahwa banyak orang tua yang secara sadar ataupun tanpa sadar memiliki anak yang lebih difavoritkan. Bukan berarti mereka kurang menyayangi anak-anaknya yang lain. Namun mungkin dalam menunjukkan kasih sayangnya, muncul kecenderungan pada anaknya yang lain untuk merasa merasa cemburu. (Anda akan tahu yang saya maksud ketika menonton beberapa bagian pada film Untuk Angeline ini).

Kecemburuan antar saudara ketika masa kanak-kanak adalah hal yang normal. Namun jika hal tersebut terus tumbuh dan berkembang tentunya bukanlah hal yang baik bagi perkembangan jiwa sang anak. Tugas orang tualah untuk menyadari dan bertindak. Merangkul dan mengajak anak-anaknya untuk saling mencintai, agar mereka merasa dicintai, bukan menyuruh mereka untuk saling mencintai.

Film “Untuk Angeline” adalah potret banyak kehidupan wajah para anak negeri ini. Mulai dari kesiapan orang tua dalam memiliki anak, mengasuh dan mendidik. Memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Karena orang tua setiap harinya terus belajar. Dan film Untuk Angeline adalah salah satu media pembelajaran bagi para orang tua dan calon orang tua.

Selamat menonton film yang sarat pesan moral ini. Semoga film ini menumbuhkan kesadaran kita untuk terus belajar menjadi orang tua yang memanusiakan manusia.

Karena anak –anak bukanlah barang mainan atau boneka hiburan untuk lucu-lucuan. Dewasa nanti mereka akan tumbuh dengan membawa masa kanak-kanaknya pada alam bawah sadarnya.
Perlakukanlah anak sebagai manusia. Stop kekerasan pada anak.
nonoton bareng angeline
Nonton Bareng Kakak-kakak KOPIers Medan

Oh iya, FYI. Sebagian hasil penjualan film Untuk Angeline ini akan digunakan untuk aktivitas perlindungan anak yang dikelola Koalisi Anank Madani Indonesia – KAMI- dan LPAI Kak Seto.

Nonton Bareng angeline
Kami udah nonton. Kamu? ^_^
KOPIers Medan udah nonton bareng. Kamu kapan?